BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Berdasarkan UU No. 23
tahun 1992 tentang kesehatan, Kesehatan ibu dan anak yang selanjutnya disingkat
KIA adalah pelayanan kesehatan ibu dan anak yang meliputi pelayanan ibu hamil,
ibu bersalin, ibu nifas, keluarga berencana, kesehatan reproduksi, pemeriksaan
bayi, anak balita dan anak prasekolah sehat.
Kesehatan ibu dan anak
(KIA) di Tanah Air selalu saja menjadi masalah pelik yang tak kunjung membaik
keadaannya. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak tersebut
diyakini memerlukan kondisi sosial politik, hukum dan budaya yang kondusif.
Tingginya angka kematian ibu dan bayi sebesar 307 per 100 ribu kelahiran hidup,
menjadi salah satu indikatornya buruknya pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Kendati berbagai upaya perbaikan serta penanganan telah dilakukan, namun
disadari masih diperlukan berbagai dukungan.
Angka Kematian Ibu (AKI) menurut Survei
Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 1994 masih cukup tinggi, yaitu 390 per
100.000 kelahiran. Penyebab kematian ibu terbesar (58,1%) adalah perdarahan dan
eklampsia.
Usia kehamilan pertama ikut berkontribusi kepada
kematian ibu di Indonesia. Data Survei Kesehatan Ibu dan Anak (SKIA) 2000
menunjukkan umur median kehamilan pertama di Indonesia adalah 18 tahun.
Hal ini terlihat bahwa setiap daerah mempunyai pola makan tertentu, termasuk pola makan ibu hamil dan anak yang disertai dengan kepercayaan akan pantangan, tabu, dan anjuran terhadap beberapa makanan tertentu.
Hal ini terlihat bahwa setiap daerah mempunyai pola makan tertentu, termasuk pola makan ibu hamil dan anak yang disertai dengan kepercayaan akan pantangan, tabu, dan anjuran terhadap beberapa makanan tertentu.
B. RUMUSAN
MASALAH
- Apa Pengertian Pencegahan Penyakit ?
- Apa Penyebab terbesar kematian ibu ?
- Ada berapa Tingkatan Pencegahan Penyakit ?
- Sebutkan Macam Macam Tindakan Pencegahan Penyakit ?
- Apakah Tahap-Tahap Pencegahan Penyakit ?
- Apakah Tujuan Pencegahan ?
C. TUJUAN
1. Tujuan
umum
Mampu menjelaskan masalah
pencegan penyakit dengan kesehatan ibu dan anak
2. Tujuan
khusus
a)
mahasiswa mampu menjelaskan tentang Apa Pengertian
Pencegahan Penyakit
b) mahasiswa
mampu menjelaskan tentang Penyebab terbesar kematian ibu ?
c)
mahasiswa mampu menjelaskan tentang berapa Tingkatan
Pencegahan Penyakit
d) mahasiswa
mampu menjelaskan tentang Macam Macam Tindakan Pencegahan
Penyakit
e)
mahasiswa mampu menjelaskan tentang Tahap-Tahap Pencegahan Penyakit
f)
mahasiswa mampu menjelaskan tentang Tujuan Pencegahan
D. SASARAN
seluruh mahasiswa DIII kebidanan dan para pembaca
seluruh mahasiswa DIII kebidanan dan para pembaca
E. MANFAAT
Manfaat setelah
membaca makalah ini diharapkan para pembaca mampu memahami
pencegahan penyakit sehubungan degan kesehatan ibu dan anak
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pencegahan Penyakit
Pencegahan
penyakit adalah upaya mengarahkan sejumlah kegiatan untuk melindungi klien dari
ancaman kesehatan potensial.dengan kata lain, pencegahan penyakit adalah upaya
mengekang perkembangan penyakit, memperlambat kemajuan penyakit, dan melindungi
tubuh dari berlanjutnya pengaruh yang lebih membahayakan.
Meningkatkan
kesejahteraan ibu dan mengurangi angka kesakitan anak merupakan tugas pokok
seorang bidan. Sebelumnya kita harus ketahui terlebih dahulu hal hal yang
menghalangi kesejahteraan ibu dan penyebab kesakitan pada anak
Dimana
penyebab kematian ibu, rendahnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan ibu
hamil. Menjadi faktor penentu angka kematian meskipun masih banyak faktor yang
harus di perhatikan untuk menangani masalah ini.
Selain
masalah medis , tingginya kematian ibu juga karena masalah ketidak setaraan
gender , nilai budaya, perekonomian dan serta rendahnya perhatian laki laki
terhadap ibu hamil dan melahirkan.oleh
B. Penyebab
terbesar kematian ibu
pendarahan menempati presentase tertinggi penyebab kematian ibu(28%),
2. Eklamsia
Persentase tertinggi kedua penyebab kematian ibu adalah eklamsia (24%),
3. Infeksi
Sedangkan persentase
tertinggi ke tiga penyebab kematian ibu melahirkan adalah infeksi (11%)
a. Pencegahan tingkat awal ( Primordial Prevention )
Primordial Prevention merupakan
upaya untuk mempertahankan kondisi yang positif yang dapat melindungi
masyarakat dari gangguan kondisi kesehatannya yang sudah baik. Kegiatan
pokoknya adalah melakukan pemantapan status kesehatan ( Underlying Condition) dengan tujuan
untuk menghindari terbentuknya pola hidup sosial ekonomi dan kultural yang
mendorong peningkatan resiko penyakit yang ditujukan untuk mempertahankan
kondisi dasar atau status kesehatan masyarakat yang bersifat positif yang dapat
mengurangi kemungkinan suatu penyakit atau faktor resiko.
b. Pencegahan tingkat
pertama ( Primary Prevention )
Kegiatan pokoknya yaitu: promosi kesehatan
( Health Promotion ) dan pencegahan khusus ( Spesific
Protection ) yang dilakukan dengan 2 cara :menjauhkan agen untuk dapat
kontak atau memapar pejamu dan menurunkan kepekaan pejamu (host susceptibilit).
Pencegahan tingkat pertama ini dilakukan sebelum
terjadinya penyakit yang bertujuan untuk mengurangi incidence dengan mengontrol
penyebab dan faktor-faktor risiko. Misal : penggunaan kondom dan jarum suntik
disposable pada pencegahan infeksi HIV, imunisasi dll. Adapun cara penerapannya
sebagai berikut :
1) Healt promotion
·
Pendidikan kesehatan
·
Gizi baik dan seimbang
·
Kebiasaan hidup sehat
·
Cukup perumahan, rekreasi
·
Lingkungan kerja yang baik
·
Perkembangan personality
·
Hindari kelelahan
2) Spesifik proteksion
·
Imunisasi dasar dan boster
·
Kebersihan diri ( personal hygiene )
·
Isolasi dan karantina
·
Penanganan teransmisi penyakit
·
Disinfeksi
·
Pengendalian vector
·
Sanitasi lingkungan
c. Pencegahan tingkat kedua
( Secondary Prevention )
Kegiatan pokoknya adalah diagnosis awal dan
pengobatan tepat ( Early Diagnosis and Prompt Treatment ) dan
pembatasan Kecacatan ( Disability Limitation ). Dilakukan
dalam fase patogenesis dengan cara mengetahui perubahan klinik atau fisiologis
yang terjadi dalam awal penyakit ( early symptom ) atau masih dalam
presymptomatic. Tujuannya adalah untuk mendeteksi penyakit sedini mungkin untuk
mendapatkan pengobatan yang tepat sehingga diharapkan menghambat progresivitas
penyakit, mencegah komplkasi dan membatasi kemungkinan kecacatan. Contohnya
yaitu dengan melakukan Screening pada kanker cervik, pengukuran tekanan
darah secara rutin dll. Adapun cara penerapannya sebagai berikut :
1)
Early diagnosis and prompt treatment
·
Case finding ( penemuan kasus )
·
Pemeriksaan berkala
·
Pemeriksaan laboratorium
·
Pemeriksaan skrining
·
Penanganan kasus yang adekuat
·
Pemeriksaan kontak
2)
Disability limitation
·
Pengobatan yang lengkap
·
Hospitalisasi
·
Perawatan dirumah
d. Pencegahan tingkat tertiary prevention Kegiatan
pokoknya adalah rehabilitasi yang bertujuan untuk mengurangi komplikasi
penting pada pengobatan dan membuat penderita cocok dengan situasi yang tak dapat
disembuhkan. Misal pada rehabilitasi pasien Poliomyelitis, Stroke, kecelakaan
dll. Adapun cara penerapannya sebagai berikut :
1) Hospitalisasi dan terapi
kerja
2) Pendidikan untuk
rehabilitasi
3) Selective placement
D. Macam Macam Tindakan Pencegahan Penyakit
Lima pola untuk mencegah penyakit:
1. Pola olah raga yang
teratur sesuai berat badan dan jenjang usia . yoga sangat disarankan bagi
orang-orang yang berusia di atas 30 tahun
2. Pola pikiran positif
(manejemen pikiran) agar terhindar dari stress
3. Pola hidup sehat dan
seimbang
4. Pola istirahat yang
cukup
5. Pola bernapas dalam
yang benar dan teratur
E. Tahap-Tahap
Pencegahan Penyakit
Empat tahapan itu (Rossenberg, Mercy and Annest,
1998) ialah:
1. Apa masalahnya
(surveillance).
Identifikasi masalah,
apa masalahnya, kapan terjadinya, dimana, siapa penderitanya, bagaimana
terjadinya, kapan hal itu terjadi apakah ada kaitannya dengan musim atau
periode tertentu.
2. Mengapa hal itu terjadi
(Identifikasi faktor resiko).
Mengapa hal itu lebih
mudah terjadi pada orang tertentu, faktor apa yang meningkatkan kejadian
(faktor resiko) dan faktor apa yang menurunkan kejadian (faktor protektif).
3. Apa yang berhasil
dilakukan (evaluasi intervensi).
Atas dasar kedua langkah
terdahulu, dapat di rancang upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya
masalah, menanggulangi dengan segera penderita dan melakukan upaya penyembuhan
dan pendampingan untuk menolong korban dan menilai keberhasilan tindakan itu
dalam mencegah dan menanggulangi masalah.
4. Bagaimana memperluas
intervensi yang efektif itu (implementasi dalam skala besar).
Setelah diketahui
intervensi yang efektif, tindakan selanjutnya bagaimana melaksanakan intervensi
itu di pelbagai tempat dan setting dan mengembangkan sumber daya untuk
melaksanakannya.
F.
Tujuan Pencegahan
1. Mencegah
timbulnya penyakit
untuk mempertahankan
kondisi yang positif yang dapat melindungi masyarakat dari gangguan kondisi
kesehatannya yang sudah baik.
2. Mencegah
tidak berlanjut / parah
untuk mengurangi
incidence dengan mengontrol penyebab dan faktor-faktor risiko. Misal :
penggunaan kondom dan jarum suntik disposable pada pencegahan infeksi HIV,
imunisasi dll.
3. Mencegah
/ mengurangi cacat
bertujuan untuk
mengurangi komplikasi penting pada pengobatan dan membuat penderita cocok
dengan situasi yang tak dapat disembuhkan. Misal pada rehabilitasi pasien
Poliomyelitis,
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pencegahan penyakit adalah
upaya mengarahkan sejumlah kegiatan untuk melindungi klien dari ancaman
kesehatan potensial.dengan kata lain, pencegahan penyakit adalah upaya
mengekang perkembangan penyakit, memperlambat kemajuan penyakit, dan melindungi
tubuh dari berlanjutnya pengaruh yang lebih membahayakan. Adapun tingkat
pencegahan penyakit yaitu :
1. Tingkat pencegahan
penyakit yang umum dikenal yaitu Pencegahan tingkat awal ( Primordial
Prevention )
2. Pencegahan tingkat
pertama ( Primary Prevention )
3. Pencegahan tingkat kedua
( Secondary Prevention )
4. Pencegahan tingkat ketiga (tertiary
prevention)
5. Tahap Disability Limitation Pembatasan
kecacatan
B.
Saran
Selain menarik kesimpulan di atas, penulis
juga memberikan saran sebagai berikut :
1.
Sebagai generasi mudah agar lebih
meningkatkan wawasan dan pengetahuan.
2.
Penulis sangat mengharapkan agar makalah ini
dapat menjadi acuan dalam mempelajari tentang pencegahan penyakit terkait
kesehatan ibu dan bayi.
3.
Dan harapan penulis makalah ini tidak hanya
berguna bagi penulis tetapi juga berguna bagi semua pembaca. Terakhir dari
penulis walaupun makalah ini kurang sempurna penulis mengharapkan kritik dan
saran untuk perbaikan di kemudian hari.