Senin, 27 April 2015

konsep dasar pencegahan penyakit

BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG
Berdasarkan UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan, Kesehatan ibu dan anak yang selanjutnya disingkat KIA adalah pelayanan kesehatan ibu dan anak yang meliputi pelayanan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, keluarga berencana, kesehatan reproduksi, pemeriksaan bayi, anak balita dan anak prasekolah sehat.
Kesehatan ibu dan anak (KIA) di Tanah Air selalu saja menjadi masalah pelik yang tak kunjung membaik keadaannya. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak tersebut diyakini memerlukan kondisi sosial politik, hukum dan budaya yang kondusif. Tingginya angka kematian ibu dan bayi sebesar 307 per 100 ribu kelahiran hidup, menjadi salah satu indikatornya buruknya pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kendati berbagai upaya perbaikan serta penanganan telah dilakukan, namun disadari masih diperlukan berbagai dukungan.
Angka Kematian Ibu (AKI) menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 1994 masih cukup tinggi, yaitu 390 per 100.000 kelahiran. Penyebab kematian ibu terbesar (58,1%) adalah perdarahan dan eklampsia.
Usia kehamilan pertama ikut berkontribusi kepada kematian ibu di Indonesia. Data Survei Kesehatan Ibu dan Anak (SKIA) 2000 menunjukkan umur median kehamilan pertama di Indonesia adalah 18 tahun.
Hal ini terlihat bahwa setiap daerah mempunyai pola makan tertentu, termasuk pola makan ibu hamil dan anak yang disertai dengan kepercayaan akan pantangan, tabu, dan anjuran terhadap beberapa makanan tertentu.

B.  RUMUSAN MASALAH
  1. Apa Pengertian Pencegahan Penyakit ?
  2.    Apa Penyebab terbesar kematian ibu ?
  3.  Ada berapa Tingkatan Pencegahan Penyakit ?
  4. Sebutkan Macam Macam Tindakan Pencegahan Penyakit ?
  5. Apakah Tahap-Tahap Pencegahan Penyakit ?
  6. Apakah Tujuan Pencegahan ?

C.  TUJUAN
1.    Tujuan umum
Mampu menjelaskan masalah pencegan penyakit dengan kesehatan ibu dan anak
2.    Tujuan khusus
a)    mahasiswa mampu menjelaskan tentang Apa Pengertian Pencegahan Penyakit
b)    mahasiswa mampu menjelaskan tentang   Penyebab terbesar kematian ibu ?
c)    mahasiswa mampu menjelaskan tentang berapa Tingkatan Pencegahan Penyakit
d)    mahasiswa mampu menjelaskan tentang Macam Macam Tindakan Pencegahan Penyakit
e)     mahasiswa mampu menjelaskan tentang Tahap-Tahap Pencegahan Penyakit
f)     mahasiswa mampu menjelaskan tentang Tujuan Pencegahan

D.  SASARAN
seluruh mahasiswa DIII kebidanan dan para pembaca  

E.  MANFAAT
Manfaat setelah membaca makalah ini diharapkan para pembaca mampu memahami pencegahan penyakit sehubungan degan kesehatan ibu dan anak




BAB II
 PEMBAHASAN

A.  Pengertian Pencegahan Penyakit
Pencegahan penyakit adalah upaya mengarahkan sejumlah kegiatan untuk melindungi klien dari ancaman kesehatan potensial.dengan kata lain, pencegahan penyakit adalah upaya mengekang perkembangan penyakit, memperlambat kemajuan penyakit, dan melindungi tubuh dari berlanjutnya pengaruh yang lebih membahayakan.
Meningkatkan kesejahteraan ibu dan mengurangi angka kesakitan anak merupakan tugas pokok seorang bidan. Sebelumnya kita harus ketahui terlebih dahulu hal hal yang menghalangi kesejahteraan ibu dan penyebab kesakitan pada anak
Dimana penyebab kematian ibu, rendahnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan ibu hamil. Menjadi faktor penentu angka kematian meskipun masih banyak faktor yang harus di perhatikan untuk menangani masalah ini.
Selain masalah medis , tingginya kematian ibu juga karena masalah ketidak setaraan gender , nilai budaya, perekonomian dan serta rendahnya perhatian laki laki terhadap ibu hamil dan melahirkan.oleh  



B.  Penyebab terbesar kematian ibu
      1.    pendaraha
           pendarahan menempati presentase tertinggi penyebab kematian ibu(28%),
     2.    Eklamsia
          Persentase tertinggi kedua penyebab kematian ibu adalah eklamsia (24%),
    3.  Infeksi

Sedangkan persentase tertinggi ke tiga penyebab kematian ibu melahirkan adalah infeksi (11%)

C.  Tingkatan Pencegahan Penyakit
     a.      Pencegahan tingkat awal ( Primordial Prevention )

Primordial Prevention  merupakan upaya untuk mempertahankan kondisi yang positif yang dapat melindungi masyarakat dari gangguan kondisi kesehatannya yang sudah baik. Kegiatan pokoknya adalah melakukan pemantapan status kesehatan ( Underlying Condition) dengan tujuan untuk menghindari terbentuknya pola hidup sosial ekonomi dan kultural yang mendorong peningkatan resiko penyakit yang ditujukan untuk mempertahankan kondisi dasar atau status kesehatan masyarakat yang bersifat positif yang dapat mengurangi kemungkinan suatu penyakit atau faktor resiko.
              
             b.    Pencegahan tingkat pertama ( Primary Prevention )
Kegiatan pokoknya yaitu: promosi kesehatan ( Health Promotion ) dan pencegahan khusus ( Spesific Protection ) yang dilakukan dengan 2 cara :menjauhkan agen untuk dapat kontak atau memapar pejamu dan menurunkan kepekaan pejamu (host susceptibilit).
Pencegahan tingkat pertama ini dilakukan sebelum terjadinya penyakit yang bertujuan untuk mengurangi incidence dengan mengontrol penyebab dan faktor-faktor risiko. Misal : penggunaan kondom dan jarum suntik disposable pada pencegahan infeksi HIV, imunisasi dll. Adapun cara penerapannya sebagai berikut :
1)    Healt promotion
·         Pendidikan kesehatan
·         Gizi baik dan seimbang
·         Kebiasaan hidup sehat
·         Cukup perumahan, rekreasi
·         Lingkungan kerja yang baik
·         Perkembangan personality
·         Hindari kelelahan
2)    Spesifik proteksion
·         Imunisasi dasar dan boster
·         Kebersihan diri ( personal hygiene )
·         Isolasi dan karantina
·         Penanganan teransmisi penyakit
·         Disinfeksi
·         Pengendalian vector
·         Sanitasi lingkungan

            c.    Pencegahan tingkat kedua ( Secondary Prevention )
               Kegiatan pokoknya adalah diagnosis awal dan pengobatan tepat ( Early Diagnosis and Prompt Treatment ) dan pembatasan Kecacatan ( Disability Limitation ). Dilakukan dalam fase patogenesis dengan cara mengetahui perubahan klinik atau fisiologis yang terjadi dalam awal penyakit ( early symptom ) atau masih dalam presymptomatic. Tujuannya adalah untuk mendeteksi penyakit sedini mungkin untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sehingga diharapkan menghambat progresivitas penyakit, mencegah komplkasi dan membatasi kemungkinan kecacatan. Contohnya yaitu dengan melakukan Screening pada kanker cervik, pengukuran tekanan darah secara rutin dll. Adapun cara penerapannya sebagai berikut :
1)    Early diagnosis and prompt treatment
·         Case finding ( penemuan kasus )
·         Pemeriksaan berkala
·         Pemeriksaan laboratorium
·         Pemeriksaan skrining
·         Penanganan kasus yang adekuat
·         Pemeriksaan kontak
2)    Disability limitation
·         Pengobatan yang lengkap
·         Hospitalisasi
·         Perawatan dirumah
    d.    Pencegahan tingkat  tertiary prevention Kegiatan pokoknya adalah rehabilitasi       yang bertujuan untuk mengurangi komplikasi penting pada pengobatan dan membuat penderita cocok dengan situasi yang tak dapat disembuhkan. Misal pada rehabilitasi pasien Poliomyelitis, Stroke, kecelakaan dll. Adapun cara penerapannya sebagai berikut :
1)    Hospitalisasi dan terapi kerja
2)    Pendidikan untuk rehabilitasi
3)    Selective placement
D.  Macam Macam Tindakan Pencegahan Penyakit
 Lima pola untuk mencegah penyakit:
1.    Pola olah raga yang teratur sesuai berat badan dan jenjang usia . yoga sangat disarankan bagi orang-orang yang berusia di atas 30 tahun
2.    Pola pikiran positif (manejemen pikiran) agar terhindar dari stress
3.    Pola hidup sehat dan seimbang
4.    Pola istirahat yang cukup
5.    Pola bernapas dalam yang benar dan teratur

E.  Tahap-Tahap Pencegahan Penyakit
Empat tahapan itu (Rossenberg, Mercy and Annest, 1998) ialah:
1.    Apa masalahnya (surveillance).
Identifikasi masalah, apa masalahnya, kapan terjadinya, dimana, siapa penderitanya, bagaimana terjadinya, kapan hal itu terjadi apakah ada kaitannya dengan musim atau periode tertentu.
2.    Mengapa hal itu terjadi (Identifikasi faktor resiko).
Mengapa hal itu lebih mudah terjadi pada orang tertentu, faktor apa yang meningkatkan kejadian (faktor resiko) dan faktor apa yang menurunkan kejadian (faktor protektif).
3.    Apa yang berhasil dilakukan (evaluasi intervensi).
Atas dasar kedua langkah terdahulu, dapat di rancang upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah, menanggulangi dengan segera penderita dan melakukan upaya penyembuhan dan pendampingan untuk menolong korban dan menilai keberhasilan tindakan itu dalam mencegah dan menanggulangi masalah.
4.    Bagaimana memperluas intervensi yang efektif itu (implementasi dalam skala besar).
Setelah diketahui intervensi yang efektif, tindakan selanjutnya bagaimana melaksanakan intervensi itu di pelbagai tempat dan setting dan mengembangkan sumber daya untuk melaksanakannya.

F.   Tujuan Pencegahan
1.    Mencegah timbulnya penyakit
untuk mempertahankan kondisi yang positif yang dapat melindungi masyarakat dari gangguan kondisi kesehatannya yang sudah baik.
2.    Mencegah tidak berlanjut / parah
untuk mengurangi incidence dengan mengontrol penyebab dan faktor-faktor risiko. Misal : penggunaan kondom dan jarum suntik disposable pada pencegahan infeksi HIV, imunisasi dll.
3.    Mencegah / mengurangi cacat
bertujuan untuk mengurangi komplikasi penting pada pengobatan dan membuat penderita cocok dengan situasi yang tak dapat disembuhkan. Misal pada rehabilitasi pasien Poliomyelitis,



BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Pencegahan penyakit adalah upaya mengarahkan sejumlah kegiatan untuk melindungi klien dari ancaman kesehatan potensial.dengan kata lain, pencegahan penyakit adalah upaya mengekang perkembangan penyakit, memperlambat kemajuan penyakit, dan melindungi tubuh dari berlanjutnya pengaruh yang lebih membahayakan. Adapun tingkat pencegahan penyakit yaitu :
1.    Tingkat pencegahan penyakit yang umum dikenal yaitu Pencegahan tingkat awal ( Primordial Prevention )
2.    Pencegahan tingkat pertama ( Primary Prevention )
3.    Pencegahan tingkat kedua ( Secondary Prevention )
4.    Pencegahan tingkat ketiga (tertiary prevention) 
5.    Tahap Disability Limitation Pembatasan kecacatan 
B.  Saran   
 Selain menarik kesimpulan di atas, penulis juga memberikan saran sebagai berikut :
1.    Sebagai generasi mudah agar lebih meningkatkan wawasan dan pengetahuan.
2.    Penulis sangat mengharapkan agar makalah ini dapat menjadi acuan dalam mempelajari tentang pencegahan penyakit terkait kesehatan ibu dan bayi.
3.    Dan harapan penulis makalah ini tidak hanya berguna bagi penulis tetapi juga berguna bagi semua pembaca. Terakhir dari penulis walaupun makalah ini kurang sempurna penulis mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan di kemudian hari.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar